Lewati ke konten utama
Atlet mengalami nyeri otot setelah olahraga dan menerima perawatan fisioterapi

Otot Pegal Setelah Olahraga? Pahami Penyebab dan Cara Mengatasinya dengan Tepat

Nisa Saraswati
badan sakit setelah olahraganyeri otot setelah olahragaDOMScara mengatasi otot pegalpenyebab otot sakit

Pernahkah Anda merasakan sensasi pegal, kaku, atau nyeri di sekujur tubuh setelah berolahraga, terutama setelah mencoba rutinitas baru atau meningkatkan intensitas latihan? Kondisi ini sangat umum terjadi dan seringkali membuat kita bertanya-tanya, mengapa badan sakit setelah olahraga? Jangan khawatir, fenomena ini memiliki penjelasan medis dan umumnya merupakan bagian normal dari proses adaptasi tubuh.

Apa Itu Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS)?

Rasa sakit yang muncul beberapa jam atau bahkan keesokan harinya setelah berolahraga dikenal dengan istilah Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS). Ini adalah respons alami tubuh terhadap stres fisik yang diberikan pada otot saat latihan. Menurut konsensus para ahli kebugaran, DOMS terjadi ketika sel-sel otot mengalami mikro-robekan (kerusakan mikroskopis) pada serat-seratnya. Robekan kecil ini memicu respons peradangan sebagai bagian dari proses perbaikan dan penguatan otot.

DOMS biasanya mulai terasa 12 hingga 24 jam setelah sesi latihan dan bisa mencapai puncaknya dalam 24 hingga 72 jam berikutnya. Sensasi nyeri ini umumnya bersifat sementara dan akan mereda seiring waktu saat otot Anda beradaptasi. Ini adalah tanda bahwa otot Anda sedang membangun kembali dirinya menjadi lebih kuat dan lebih tahan terhadap tekanan di masa mendatang.

Penyebab Badan Sakit Setelah Olahraga Selain DOMS

Meskipun DOMS adalah penyebab paling umum badan sakit setelah olahraga, ada beberapa faktor lain yang dapat berkontribusi pada munculnya nyeri otot setelah olahraga:

  • Robekan Mikro pada Otot: Seperti dijelaskan pada DOMS, aktivitas fisik yang intens dapat menyebabkan kerusakan struktural kecil pada serat otot. Saat tubuh memperbaiki jaringan ini, proses tersebut dapat menimbulkan rasa sakit dan nyeri.
  • Penumpukan Asam Laktat: Saat berolahraga dengan intensitas tinggi, tubuh memproduksi asam laktat sebagai produk sampingan metabolisme energi. Penumpukan asam laktat ini dapat menyebabkan sensasi terbakar atau nyeri pada otot, terutama selama atau segera setelah latihan berat. Meskipun bukan penyebab utama DOMS, asam laktat dapat memperparah rasa tidak nyaman.
  • Latihan Berlebihan atau Perubahan Mendadak: Jika Anda memulai jenis latihan baru, meningkatkan intensitas secara drastis, atau melakukan volume latihan yang jauh lebih banyak dari biasanya, otot Anda mungkin "terkejut" dan lebih rentan mengalami nyeri. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan tuntutan baru ini.
  • Kurang Pemanasan dan Pendinginan: Melewatkan sesi pemanasan membuat otot tidak siap untuk bekerja keras, meningkatkan risiko cedera dan nyeri. Demikian pula, pendinginan membantu otot kembali ke kondisi istirahat secara bertahap, mengurangi kekakuan, dan membantu proses pemulihan.
  • Dehidrasi: Kekurangan cairan dalam tubuh dapat mengganggu fungsi otot, membuatnya lebih mudah tegang, kram, dan nyeri setelah olahraga. Otot yang terhidrasi dengan baik bekerja lebih efisien dan pulih lebih cepat.
  • Kurang Istirahat: Pemulihan adalah bagian integral dari proses latihan. Jika Anda berolahraga terlalu sering tanpa memberikan jeda yang cukup, otot tidak memiliki waktu untuk memperbaiki diri, yang bisa berujung pada kelelahan kronis dan nyeri yang persisten.

Cara Mengatasi dan Meredakan Nyeri Otot Pasca Olahraga

Meskipun DOMS akan hilang dengan sendirinya, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk meredakan ketidaknyamanan dan mempercepat pemulihan otot. Berdasarkan rekomendasi dari berbagai organisasi kesehatan dan kebugaran, seperti yang sering disampaikan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam edukasi gaya hidup sehat, berikut adalah cara mengatasi otot pegal setelah olahraga:

  • Pijat Ringan: Pijatan lembut pada area otot yang sakit dapat membantu meningkatkan aliran darah, mengurangi ketegangan, dan mempercepat pemulihan. Hindari pijatan yang terlalu kuat pada otot yang sedang meradang.
  • Terapi Air Hangat atau Dingin: Mandi air hangat dapat membantu mengendurkan otot yang tegang, sementara berendam di air dingin (atau kompres dingin) dapat mengurangi peradangan. Kombinasi keduanya (kontras) juga sering direkomendasikan.
  • Asupan Nutrisi yang Tepat: Konsumsi makanan kaya antioksidan dan anti-inflamasi, seperti buah-buahan, sayuran berdaun hijau, dan sumber protein yang cukup, sangat penting untuk perbaikan dan pertumbuhan otot.
  • Gerakan Ringan (Active Recovery): Melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki santai, bersepeda santai, atau yoga ringan dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah ke otot yang sakit, membawa nutrisi dan membuang sisa metabolisme.
  • Tidur yang Cukup: Tidur adalah waktu paling krusial bagi tubuh untuk memperbaiki diri. Pastikan Anda mendapatkan 7-9 jam tidur berkualitas setiap malam, terutama setelah berolahraga.
  • Hidrasi Optimal: Minumlah air yang cukup sepanjang hari, terutama sebelum, selama, dan setelah berolahraga, untuk mencegah dehidrasi dan menjaga fungsi otot.

Kapan Harus Khawatir dan Segera ke Dokter?

Nyeri otot setelah olahraga umumnya ringan dan akan membaik dalam beberapa hari. Namun, Anda harus segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala-gejala berikut:

  • Nyeri yang sangat parah dan tidak kunjung membaik setelah 72 jam.
  • Pembengkakan yang signifikan atau perubahan warna kulit pada area yang nyeri.
  • Keterbatasan gerak yang ekstrem pada sendi atau otot.
  • Nyeri disertai demam, mual, atau pusing.
  • Urine berwarna gelap atau cokelat, yang bisa menjadi tanda kondisi serius seperti rhabdomyolysis (kerusakan otot parah).

Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan hanya untuk tujuan edukasi. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti diagnosis, penanganan, atau saran medis profesional dari dokter atau tenaga kesehatan lainnya. Selalu konsultasikan dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan Anda untuk pertanyaan apa pun mengenai kondisi medis Anda.

Tags:

Tentang Penulis

Nisa Saraswati

Penulis spesialis nutrisi dan diet. Memiliki ketertarikan mendalam pada pola makan nabati (plant-based) dan gaya hidup holistik.

Lanjut Membaca

Artikel Terkait